Pages

Rabu, 22 Desember 2010

Selamat hari ibu..


Pagi ini saya diserbu cerita manis teman-teman saya tentang bagaimana mereka mengucapkan selamat hari ibu kepada ibundanya.
 Terlintas dalam benak saya sesosok wanita kuat yang tegar mengarungi kehidupan. Dia yang selalu tersenyum ketika melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang manis. Dia yang meluapkan amarah ketika melihat anaknya ada pada jalan yang salah. Dia yang selalu berdoa untuk kesuksesan anaknya. Dia yang selalu memperhatikan ketika anaknya mencoba hal yang baru. Dia yang bagai matahari menyinari kehidupan saya.
Pernah suatu waktu saya ingin memberi hadiah ke ibu saya. Dengan malu-malu, saya bertanya kepada ibu apa hadiah yang beliau inginkan. Jawabannya sederhana: “Untuk apa hadiah, ulangtahun mama udah lewat. Lagian kamu juga belum kerja kan?” Ya, memang sampai saat ini pun saya belum bekerja tapi saya ingin sekali memberi hadiah ke ibu. Waktu itu saya tak menyadari arti yang sebenarnya tersirat dari ucapannya.
Tapi saat ini, ketika semua orang membicarakan ibunya masing-masing, saya mulai kangen pada ibu. Ingin rasanya memberi ibu hadiah kecil dari saya. Saya akan tetap bersikeras memberi hadiah sekalipun beliau menolak.
Kini, ketika sudah tak ada waktu lagi untuk mengatakan kecintaan pada bunda. Ketika kata sudah tak bermakna untuk diucapkan. Ketika rasa sesal tak bisa dibayarkan. Hanya kenangan yang tersisa. Semua sudah terlewat. Masa-masa itu bukan menjadi bagian dari hidup saya lagi.
Andai waktu bisa terulang, saat ini saya pasti akan menyatakan: “Selamat hari ibu, mama.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar