Pages

Rabu, 29 Juni 2011

Yang Bakal Dikangenin (I)


Tangan gue beku. Kedinginan. Hari ini hujan turun pagi, siang, sore sampai malem. Dua hari dari tanggal 27-28 Juni 2011 gue dan temen-temen yang lain menjalankan amanah sebagai panitia KATA, yakni membuat stand PMK. Kami jadwalkan jam 06.30 sudah harus berkumpul di stand, nomer 13. Pagi hujan rintik menghalangi langkah kami, tapi tak menggoyahkan langkah kami menuju stand. Divisi PERKAP yang ‘jantan’ bekerja demikian kerasnya menyesuaikan jadwal agar ketika panitia berkumpul jam 06.30, semua peralatan sudah tersedia. Divisi PDD yang ‘gaul’ itu ribet dengan segala dekorasinya. Divisi DANUS yang ‘ih waow keyeen’ sudah bergegas dari jam 06.00 menyiapkan segala perlengkapan dana usaha dan sarapan panitia yang lain. Divisi KONSUMSI yang ‘selalu ingin yang terbaik’ menenangkan hati panitia dengan melaksanakan apa yang telah dievaluasi sehari sebelumny. Divisi DOA yang ‘holy holy hota hae’ selalu mengingatkan pelayanan. Divisi ACARA yang mengatur segalanya tentang stand. Tak lupa dengan PANTI yang gajelas dan ngegaul saat stand berdiri. Bersyukur stand kami bisa berdiri dengan indahnya dan acara ‘menjaga stand’ cukup lancar.

Tak dinyana, hujan turun lagi saat siang hari, tak terlalu besar tapi cukup merepotkan. Hujan yang turun selama setengah jam tak menyurutkan semangat kami untuk menyambut adik-adik angkatan 48. Apa yang kami harapkan kadang tak sesuai dengan apa yang Tuhan tentukan. Hujan turun lagi sore harinya, bahkan lebih deras dibanding siang hari. Dingin. Jujur, gue takut. Takut teman-teman yang lain jadi sakit dibuat hujan. Semoga tidak terjadi. Masih ada acara yang akan berlangsung sesuai agenda kami, dan kami harus bertahan. KPM lima hari lagi, kawan. SEMANGAAAT!
“Anggap saja Tuhan itu seperti air hujan. Ia melimpahi kita dan ada di sekeliling kita tanpa batas.”

Rabu, 22 Juni 2011

She says.. [PART 1]


Gue iseng-iseng buka buku pelajaran adik gue. Hal ini didasari sama sifat gue sebagai kakak yang baik dan perhatian kepada adiknya (>.<)") nyeheeeee.. dan kebacalah cerita ini sama gue:  
"....... Kemudian saya pun masuk ke Sekolah Dasar. Sama seperti kedua kakak saya, saya dimasukkan ke SD Budi Mulia. Hari pertama masuk sekolah, Ayah mengantar saya. Saya pun masuk kelas untuk pertama kalinya. Hari-hari awal saya di SD sangat menyenangkan. Kakak saya yang saat itu kelas 5 SD dan 4 SD selalu mengajak saya bermain bersama dengan teman-temannya. Saya pun sering diajak bermain ke kelas mereka di lantai dua dan tiga."
Senyum-senyum gue ngebacanya, terharu sangat loooh. Hmm.. emang dulu gue sering ngajak adik gue ke kelas yah? [berpikir] Kayaknya sih enggak, atau gue yang lupa yah? hehe :) Tapi untunglah adik gue seneng bergaul sama gue~~ 
"Kakak saya memang sering membantu saya, tetapi terkadang bantuannya malah membawa hal buruk untuk saya. Saat saya kelas 1 SD ada pelajaran tulis sambung, kemudian guru saya memberikan PR tulis sambung. Sesampainya di rumah, saya mengerjakan tugas tersebut. Tetapi, kakak saya menawarkan bantuan untuk mengerjakan PR saya. Saya tentu saja menerima bantuannya. Ketika tiba pelajaran tulis sambung, saya mengumpulkan PR saya. Kemudian guru saya memanggil saya dan menanyakan apakah PR tersebut saya kerjakan sendiri. Tentu saja saya mengatakan PR tersebut saya buat sendiri. Lalu, guru saya meminta saya menulis. Saya pun menulis sebagus mungkin, karena tulisan kakak saya yang duduk di kelas 4 SD sangat bagus. Setelah menulis, guru saya mempersilahkan saya duduk kembali. Sepertinya ia tahu bahwa saya telah berbohong saat itu."

Okay, yang berperan jadi kakak yang jahat di sana adalah GUE. Sebenarnya enggak niat jahat sih, kan bermaksud baik 'membantu adik mengerjakan tugas'. Kalau kalian melihat tulisan adik gue waktu SD yang sungguh amazing itu, kalian pasti mengerti kenapa gue membantunya. Lagipula, dulu kan gue masih SD juga, jadi masih polos, lugu dan tak memikirkan masa depan, bahkan enggak mikir kalau adik gue bakal dihukum. Di pikiran gue, justru si ibu guru bakal memuji PR tulis sambung adik gue (karena jelas tulisan gue bagus haha..) Kalau waktu itu adik gue cerita masalah ini ke gue, pasti gue semangati adik gue.
"Woy, ibu guru enggak ngasih komentar soalnya dia percaya keajaiban mungkin, dalam semalam tulisan pita kusut bisa jadi bunga indah" haha.
FYI: sampai sekarang tulisan adik gue (yang udah mau naik kelas 3 SMA) masih jelek.