Pages

Rabu, 22 Juni 2011

She says.. [PART 1]


Gue iseng-iseng buka buku pelajaran adik gue. Hal ini didasari sama sifat gue sebagai kakak yang baik dan perhatian kepada adiknya (>.<)") nyeheeeee.. dan kebacalah cerita ini sama gue:  
"....... Kemudian saya pun masuk ke Sekolah Dasar. Sama seperti kedua kakak saya, saya dimasukkan ke SD Budi Mulia. Hari pertama masuk sekolah, Ayah mengantar saya. Saya pun masuk kelas untuk pertama kalinya. Hari-hari awal saya di SD sangat menyenangkan. Kakak saya yang saat itu kelas 5 SD dan 4 SD selalu mengajak saya bermain bersama dengan teman-temannya. Saya pun sering diajak bermain ke kelas mereka di lantai dua dan tiga."
Senyum-senyum gue ngebacanya, terharu sangat loooh. Hmm.. emang dulu gue sering ngajak adik gue ke kelas yah? [berpikir] Kayaknya sih enggak, atau gue yang lupa yah? hehe :) Tapi untunglah adik gue seneng bergaul sama gue~~ 
"Kakak saya memang sering membantu saya, tetapi terkadang bantuannya malah membawa hal buruk untuk saya. Saat saya kelas 1 SD ada pelajaran tulis sambung, kemudian guru saya memberikan PR tulis sambung. Sesampainya di rumah, saya mengerjakan tugas tersebut. Tetapi, kakak saya menawarkan bantuan untuk mengerjakan PR saya. Saya tentu saja menerima bantuannya. Ketika tiba pelajaran tulis sambung, saya mengumpulkan PR saya. Kemudian guru saya memanggil saya dan menanyakan apakah PR tersebut saya kerjakan sendiri. Tentu saja saya mengatakan PR tersebut saya buat sendiri. Lalu, guru saya meminta saya menulis. Saya pun menulis sebagus mungkin, karena tulisan kakak saya yang duduk di kelas 4 SD sangat bagus. Setelah menulis, guru saya mempersilahkan saya duduk kembali. Sepertinya ia tahu bahwa saya telah berbohong saat itu."

Okay, yang berperan jadi kakak yang jahat di sana adalah GUE. Sebenarnya enggak niat jahat sih, kan bermaksud baik 'membantu adik mengerjakan tugas'. Kalau kalian melihat tulisan adik gue waktu SD yang sungguh amazing itu, kalian pasti mengerti kenapa gue membantunya. Lagipula, dulu kan gue masih SD juga, jadi masih polos, lugu dan tak memikirkan masa depan, bahkan enggak mikir kalau adik gue bakal dihukum. Di pikiran gue, justru si ibu guru bakal memuji PR tulis sambung adik gue (karena jelas tulisan gue bagus haha..) Kalau waktu itu adik gue cerita masalah ini ke gue, pasti gue semangati adik gue.
"Woy, ibu guru enggak ngasih komentar soalnya dia percaya keajaiban mungkin, dalam semalam tulisan pita kusut bisa jadi bunga indah" haha.
FYI: sampai sekarang tulisan adik gue (yang udah mau naik kelas 3 SMA) masih jelek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar