You will never understand what pain really is until you have lost it.
2 tahun sudah berlalu. Ya, sudah banyak tangis yang terbuang hanya untuk memikirkan anda. Segala jerit, harapan, doa, dan tangis yang saya lakukan untuk anda tiada guna lagi.
Kadang teringat saat bersama dahulu. Apakah anda benar pernah ada di dunia ini? Apakah benar anda pernah memeluk saya? Cepatnya waktu berputar membuat saya tidak bisa membedakan kenyataan dan mimpi. Saat-saat bersama anda bagaikan mimpi. Bahkan saya harus mengumpulkan banyak foto anda agar saya yakin anda pernah hidup bersama saya. Salahkah saya memikirkannya?
Ketika orang menanyakan sosok anda, bagaimanakah saya harus menjawabnya? Haruskah dengan nada bersedih? Atau bolehkah saya menyatakan dengan ekspresi riang? Tahukah anda, bahwa hati saya selalu sakit setiap orang menanyakan sosok anda. Bibir saya selalu gemetar tiap menjawab pertanyaan yang dilontarkan orang tentang anda. Salahkah saya bersikap demikian?
Saat saya hanya sendiri, saya terus memikirkan anda. Apakah anda juga memikirkan saya sekarang? Saya selalu berpikir apakah saat ini anda bahagia di sana? Bagaimana dengan raga anda di bumi, amankah? Bisakah saya merasakan peluk anda lagi di saat saya gundah? Mungkinkah saya mengunjungi anda, bahkan untuk sekedar mampir ke peristirahatan anda? Salahkah saya melakukannya?
Waktu terus berjalan, takkan kembali. Rasa ini mungkin bertahan beberapa jam, beberapa hari, beberapa minggu, atau mungkin akan terus berlanjut hingga bertahun-tahun. Salahkah saya mengingat anda?
Dapatkah saya terlepas dari kungkungan rasa kehilangan ini?
Saya masih membutuhkan anda sebagai pribadi yang utuh, bukan hanya sekedar kenangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar