Dia, manusia renta bersama pendampingnya cinta pada budaya.
Dia lelaki kuat, kini diam tak bertenaga.
Dia tak pernah bosan membanggakan cucunya.
Dia yang selalu tersenyum ketika melihat kedatangan keluarga.
Dia, tak memikirkan diri, malah memikirkan kami.
Dia, pergi tanpa menunggu.
Dia: yang disayang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar